Dulu, Jelita Apakah Mencintaiku?

Kukatakan Cinta dengan Sekeping Uang Logam
Kukatakan Cinta dengan Sekeping Uang Logam
Kukatakan Cinta dengan Sekeping Uang Logam (Bag. 1)

Yogjakarta merupakan  tujuan utama dalam perjalanan pada tahun 1996. Jogjakarta adalah Profensi yang terletak di Jawa Tengah. Berdasar sejarah yang ada Yogjakarta memiliki negara tersebdiri dengan nama Daerah Swapraja yang merupakan gabungan antara Kasultanan Ngayogyakarta Hadingrat dengan Kadipaten Pakualaman telah mendapatkan pengakuan dari dunia Internasional.

Adapun beberapa kemajuan pada saat ini terutama di bidang Pariwisata dan juga Pendidikan. Mengenal Yogjakarta dari blogger.

Tempat Pariwisata di Yogjakarta.
Berikut beberapa tempat pariwisata yang biasa dikunjunggi oleh traveler antara lain:
Dan saya pun berangkat menuju Daerah Yogjakarta. Yogjakarta Aku datang dengan segudang harapan. Sebelum aku berangkat akupun menyempatkan diri melihat atau mencari informasi tentang pemberangkatan kereta api dari Surabaya menuju Yogjakarta.

Untuk lebih jelas mengenai jadwal pemberangkatan kereta api silahkan lihat link berikut ini Jadwal KA akhirnya saya pun sampai di stasiun lempuyangan. Saya hampiri salah satu transportasi yang termudah menuju tempat tujuan.

Awal ajaran baru, ramai, sesak dan banyak sekali yang mengunjunggi Yogjakarta, dan akhirnya saya pun mendaftarkan diri di salah satu Universitas Swasta di Jogjakarta. Untuk lebih jelas alamat Universitas di Jogjakarta. 

OSPEK kepanjangan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus adalah langkah awal dimana semua siswa baru tanpa halangan mengikuti program yang diselengarakan oleh Kampus.

Sedikit cerita tentang Yogjakarta pada tahun 1996.
Dengan rasa suka aku pun mencari Universitas yang membuatku merasa nyaman dan juga mengapai impian sejuta harapan. Akupun berangkat untuk menuju tempat tersebut dengan memiliki uang yang mungkin pada waktu itu saya rasa cukup. Sesampai tempat tujuan saya pun bergegas untuk mengurus baik itu administrasi maupun kelengkapan yang ditentukan oleh pihak kampus. Selesai sudah dan harapan yang aku impikan.

Bahagia bercampur duka pada saat itu, aku kehabisan ongkos untuk kembali ke tempat aku menginap. Tiada jalan lagi akupun berjalan kaki menelesuri Kota Jogja, Lecek di kaki tidak kurasakan dan aku lepas spatu yang memberikan perlindungan terhadap kakiku karena terasa berat untuk melangkah sejauh berkilo meter dari tempat aku tinggal. Kearifan, sopan santun dan juga kebersamaan sangat terasa.

Selama aku berjalan dan kulihat disekitar banyak sekali warung kecil dengan gerobak yang menjajakan makanan dengan harga murah. Ternyata warung tersebut di kenal oleh masyarakat adalah warung ANGKRINGAN.

Saya sudahi dulu cerita tentang Saya di Yogjakarta. Lain waktu saya akan membagikan cerita untuk dibaca dan juga sebagai wacana mengeal sedikit banyak tentang Jogjakarta. n Nice day,.
Blogger
Disqus

No comments