Aku Belum Mengenal Jelita

Perayaan Sekaten Yogjakarta
Perayaan Sekaten Yogjakarta
Kukatakan Cinta Dengan Sekeping Uang Logam  (Bag. 2)

Kusudahi cerita tangtang OSPEK karena sebelumnya saya akan bercerita tentang sebelum diterima disalah satu Perguruan Tinggi di Yogjakarta.

Perayaan Sekaten Yogjakarta
Perayaan Sekaten merupakan perpaduan antara kegiatan Dakwah Islam  dan Seni yang bertepatan dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw.

Sejarah sekaten menyebutkan bahwa, Sunan Kalijaga menggunakan seni karawitan dengan diiringgi perangkat gamelan yaitu gamelan Kanjeng Kyai Sekati dan juga Dakwah Islam.

Cerita selanjutnya tentang Perayaan Skaten di Yogjakarta
Saat itu juga, aku bergegas untuk mempersiapkan diri berkeliling menikmati Kota Jogjakarta bersama gaed satu kampung. Setiap kota memiliki transportasi yang memudahkan dalam perjalanan salahsatunya adalah bis kota. Udara yang sangat panas membuat saya merasa gerah dan juga pada saat itu ada beberapa bis kota yang sebetulnya sudah tidak layak jalan dengan alasan asap yang keluar berwarna hitam pekat, yang jelas untuk saat ini mungkin banyak sekali pembenahan dan kedisiplinan demi kenyaman.

Pada saat itu bis kota yang aku tumpanggi menunggu penumpang dan bispun berhenti, dan akhirnya bis pun berjalan ngak terasa waktu yang ditempuh sangat jauh. kutengok teman yang paham tentang Jogja dan aku pun merasa binggung, teman yang bersama aku raib ngak tau dia turun dimana. Saat itu juga aku sangat binggung karena aku kehilanggan alamat tempat aku berteduh, dan aku lupa alamat tempat tersebut.

Dialog Kondektur dengan Penumpang
Kon: Turun mana mas?
P: Sebentar lagi sampai.
Kon: Mas ini mau keterminal.
P: Ngak papa mas turun terminal aja. Ku raba saku celana tinggal 500 rupiah.

Akhirnya sayapun sampai di terminal dan ngak tau kemana aku harus pergi. Salah satu jalan saya pergi ke Malioboro. Dan akhirnya saya pergi naik bis ke Malioboro dengan ongkos 250 rupiah.

Sesampai di Jalan Malioboro saya merasa kagum dan bahagia karena bertepatan dengan Perayaan Sekaten. Aku melihat banyak sekali pengunjung dan juga pawai arak-arakan kuda yang besar dan gadis-gadis cantik dari berbagai kota. Sore telah tiba dan adzan magrib berkumandang aku bergegas mencari tempat untuk beristirahat, pilihanku adalah depan gedung balai kota dengan mengisi perut 200 rupiah.

Saat itu juga aku ngak tau arah kemana aku harus istirahat, terfikir olehku berjalan kaki menuju Stasiun Tugu dan itupun aku lakukan karena dalam pikiranku esok pagi aku kembali ke kota kelahiranku dengan membawa 50 rupiah. Aku masih teringat dengan Musolla stasiun tugu karena disana saya menginap selama semalan dan ke esokan harinya saya ngak jadi kembali ke kota kelahiran karena pagi itu di cari oleh salah satu teman pengamen jalanan yang ada di jogja. Nama dari pengamen jalan tersebut adalah BOB. Cak BOB makasih suda mencari aku dan memberi tumpangan maupun makan pagi bersama teman. 

Sekian dulu cerita dari saya dan saya ucapkan Nice Day,
Blogger
Disqus

No comments